Simak Bahaya Bubble Crypto untuk Investor Pemula

Simak Bahaya Bubble Crypto untuk Investor Pemula

26 View

Zayna.pw – Salah satu faktor utama yang perlu dipertimbangkan saat berinvestasi di Bitcoin adalah risiko Crypto Bubble. Apakah Anda tahu bagaimana mengenali tanda-tandanya?

Di tengah pandemi, demam kripto merajalela di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Banyak pemula mencoba peruntungan di dunia Cryptocurrency setelah mengetahui harga Bitcoin yang menggiurkan. Apakah Anda salah satunya?

Seperti berinvestasi pada umumnya, pemain pemula harus mengetahui seluk beluk crypto sebelum memainkannya. Investasi Crypto dengan pengembalian besar, tentu saja, datang dengan risiko besar. Oleh karena itu, penting untuk memahami teori “Risiko Tinggi, Pengembalian Tinggi”.

Salah satu risiko yang harus diwaspadai investor pemula adalah Bubble Crypto. Apakah Anda tahu tentang Bubble Crypto? Lalu apa bahaya dari Crypto Bubble ini? Penasaran? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Fenomena Bubble Bitcoin

Ilustrasi Bubble Bitcoin by Google Image

Kemunculan Bitcoin dengan harga yang fantastis telah menarik perhatian berbagai pihak. Namun, harga aset kripto tidak selalu stabil, termasuk Bitcoin.

Naik turunnya harga secara drastis dalam waktu singkat menjadi perhatian para pengamat ekonomi dan keuangan. Banyak ahli mengatakan bahwa cryptocurrency termasuk Bubble, yang suatu hari bisa pecah. Faktanya, pada tahun 2021, beberapa koin kripto berada di ambang Bubble.

Pada November 2018, kapitalisasi pasar Bitcoin turun 80 persen. Kemudian pada bulan Desember, harga mencapai titik terendah dengan bertengger di USD3.100.

Setelah menunjukkan kekuatan, penurunan besar lainnya terjadi pada tahun 2020; sekitar bulan Maret, Bitcoin turun 30 persen. Harga kemudian naik pesat pada Oktober hingga mencapai USD13.200, bahkan menyentuh USD19.000 pada November, dan terus meroket di atas USD60.000 pada paruh pertama tahun 2021. Sayangnya, harga kemudian berangsur turun dan hanya diperdagangkan di kisaran USD42.000. ketika artikel ini ditulis.

BACA JUGA:  27 Tahun Mengaspal di Indonesia, Begini Transformasi Suzuki Baleno dari 1995-2022

Penurunan harga Bitcoin tentunya mempengaruhi koin-koin lainnya, seperti Ethereum, Cardano, Dogecoin, dan lain sebagainya. Menurut informasinya, harga Ethereum turun 38,48 persen, Cardano turun 35,83 persen, Binance Coin turun 52,77 persen, dan Dogecoin turun 34,71 persen.

Jika dilihat, fenomena di atas termasuk dalam tanda-tanda Bubble karena nilai mata uang kripto melonjak dan turun drastis dalam waktu singkat. Harga Bitcoin saja telah turun lebih dari 25% menunjukkan penurunan yang tajam.

Jika digambarkan dalam kurva, Bitcoin telah mencapai puncaknya dan berada dalam periode bearish sebelum mengalami bull run lagi. Namun, ada pendapat yang mengatakan crypto telah beralih dari pasar bull yang koheren ke pasar yang tidak koheren, sehingga sulit untuk menganalisisnya melalui teori gelombang tren.

DeFi atau keuangan terdesentralisasi bahkan telah berubah menjadi sesuatu yang dengan mudah kehilangan nilai. Padahal, DeFi awalnya digadang-gadang sebagai sistem keuangan terintegrasi.

Ini membuktikan bahwa pergerakan Bitcoin tidak hanya mempengaruhi Altcoin tetapi juga produk blockchain lainnya. Bahkan NFT pun tak lepas dari dinamika ini.

Yang Harus di Waspadai Investor

Ilustrasi Bubble Bitcoin by Google Image

Hal utama yang harus diantisipasi investor pemula adalah harga crypto yang fluktuatif, terutama jika sudah memasuki siklus Bubble. Misalnya, Anda adalah investor yang menempatkan sebagian besar investasi Anda dalam mata uang kripto. Di luar dugaan, fenomena Crypto Bubble terjadi. Jika Bubble pecah dan Anda adalah investor yang memasuki fase akhir, Anda akan menjadi yang paling terpukul.

Penyebab Crypto Bubble umumnya berasal dari berita yang mempengaruhi sentimen pasar. Berikut beberapa contohnya:

Tweets Elon Musk

Ilustrasi Bubble Bitcoin by Google Image

Beberapa waktu lalu, CEO Tesla, Elon Musk, memberikan pernyataan di akun Twitter-nya. Dia menyatakan bahwa Bitcoin adalah salah satu cryptocurrency yang paling menjanjikan. Elon Musk bahkan membeli 1,5 miliar BTC dan berencana untuk menerima Bitcoin sebagai metode pembayaran di jaringan perusahaannya.

BACA JUGA:  Berikut 6 Cara Download Sound Tiktok Termudah Tanpa Aplikasi

Namun sekitar 2 bulan kemudian, dia membuat Tweet yang mengatakan bahwa perusahaannya tidak lagi menerima Bitcoin sebagai pembayaran karena Bitcoin dapat merusak lingkungan. Elon Musk bahkan memberi isyarat untuk pindah ke Dogecoin (DOGE). Tweet ini tiba-tiba memicu Bubble meledak dan membuat nilai Bitcoin anjlok.

Sikap Kontra dari Pemerintah

Ilustrasi Bubble Bitcoin by Google Image

Banyaknya masyarakat yang berbondong-bondong membeli kripto membuat pemerintah mengambil sikap dan mengeluarkan kebijakan terkait transaksi kripto. Mengapa demikian?

Cryptocurrency telah dilihat merusak sistem keuangan konvensional yang didukung oleh bank sentral. Oleh karena itu, pemerintah harus berusaha keras untuk melindungi nilainya.

Negara yang memberlakukan pembatasan adalah China. Untuk menolak penggunaan mata uang digital ini, pemerintah China telah melarang semua bank dan layanan pembelian online untuk menawarkan apa pun yang terkait dengan kripto.

Selain China, negara lain seperti Turki, Bolivia, Ekuador, Nigeria, dan Aljazair juga menerapkan kebijakan serupa. Larangan ini secara tidak langsung mengurangi kepercayaan investor dan mengakibatkan aksi jual yang membuat harga kripto melemah secara signifikan.

Risiko Bubble dalam berinvestasi, terutama di dunia kripto, tidak dapat dihindari. Sebagai investor pemula yang cerdas, kita harus hati-hati menilai tanda-tandanya. Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa aset yang mengalami kenaikan harga secara tiba-tiba perlu diwaspadai memiliki risiko Bubble. Biasanya peningkatan ini terjadi secara masif dalam waktu singkat tanpa faktor pendorong yang memadai. Daftar koin crypto dengan keuntungan harian terbesar ini bisa menjadi indikator awal untuk mengetahui aset mana yang bisa menjadi Bubbles.

Gallery for Simak Bahaya Bubble Crypto untuk Investor Pemula

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *