Harga CPO Rebound Pada Awal Pekan

Harga CPO Rebound Pada Awal Pekan

29 View

Zayna.pw – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives rebound pada awal perdagangan Senin (28/6/2022).

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Senin (27/6/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juli 2022 naik 251 Ringgit Malaysia menjadi 5.049 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Agustus 2022 melonjak 283 Ringgit Malaysia menjadi 4.985 Ringgit Malaysia per ton.

Ilustrasi Harga CPO Rebound by Google Image

Sementara itu, kontrak pengiriman September 2022 meningkat 258 Ringgit Malaysia menjadi 4.922 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman pada Oktober 2022 meningkat sebesar 237 Ringgit Malaysia menjadi 4.905 Ringgit Malaysia per ton

Juga, kontrak pengiriman November 2022 meningkat 236 Ringgit Malaysia menjadi 4.918 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Desember 2022 melonjak 224 Ringgit Malaysia menjadi 4.935 Ringgit Malaysia per ton.

Riset & Pengembangan ICDX Girta Yoga mengatakan fokus pasar masih pada indikator dari pasar CPO Malaysia pekan ini, yakni laporan ekspor Juni yang biasanya digunakan pelaku untuk melihat gambaran permintaan di pasar global. Selain itu, pasar juga menunggu kebijakan di negara-negara pengekspor, khususnya Indonesia, untuk biaya terkait ekspor seperti pajak dan bea keluar CPO pada Juli.

Namun, Yoga menambahkan, potensi rebound tentu ada, namun sinyalnya tidak terlalu kuat. Selain kondisi permintaan dan penawaran di pasar CPO saat ini yang kurang kondusif, sentimen juga diperburuk oleh ancaman resesi di negara-negara besar. Seiring dengan bertambahnya jumlah bank sentral di berbagai negara, mengikuti langkah bank sentral AS dalam menaikkan suku bunga.

“Pelemahan ekonomi di negara-negara industri besar juga akan menyebabkan penurunan permintaan, termasuk untuk CPO,” katanya kepada admin zayna baru-baru ini.

BACA JUGA:  Cara Mengubah Waktu Komputer Windows Melalui Command Prompt Termudah

Oleh karena itu, Yoga memperkirakan harga CPO berpotensi mencapai level resistance di kisaran harga 5.250 – 5.500 Ringgit Malaysia per ton. Jika mendapat katalis negatif, harga berpotensi turun lagi menuju level support di kisaran 4.000 – 3.750 Ringgit Malaysia per ton.

Ilustrasi Harga CPO Rebound by Google Image

Selain itu, lanjut Yoga, minyak kedelai termasuk dalam minyak nabati yang merupakan produk substitusi CPO. Dengan demikian, dengan kondisi bearish di pasar CPO saat ini, tampaknya tren serupa juga akan terjadi di pasar minyak nabati.

“Harga minyak kedelai berpotensi mencapai level resistance di kisaran harga US$ 75-80 per bushel. Jika mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun kembali ke level support di US$60-50 per bushel,” jelasnya.

Lebih lanjut Yoga mengatakan, harga CPO kembali berada di bawah 5.000 Ringgit Malaysia per ton, yang dianggap angka yang stabil. Pasalnya, harga tersebut masih lebih tinggi dibandingkan harga CPO pada semester I tahun lalu yang berada di bawah 4.500 Ringgit Malaysia per ton.

“Peluang untuk kembali di atas 6.000 Ringgit Malaysia per ton cukup kecil, kecuali ada kejutan besar di pasar seperti yang terjadi tahun ini akibat konflik Ukraina dan kebijakan larangan ekspor CPO Indonesia,” pungkasnya.

Akhir Kata

Demikian informasi mengenai Harga CPO Rebound Pada Awal Pekan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk sobat setia Zayna.pw Terima kasih.

Gallery for Harga CPO Rebound Pada Awal Pekan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *